RSS

Teknik Pengumpulan Data



INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
                       A. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah penelitian itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus ‘divalidasi’ seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya. Yang melakukan validasi adalah peneliti sendiri, melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif, penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.
Menurut Nasution (1988) peneliti sebagai instrumen penelitian serasi untuk peneliti serupa karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Peneliti sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dari lingkungan yang harus diperkirakannya bermakna atau tidak bagi penelitian
2.      Peneliti sebagai alat dapat menyesuaikan diri terhadap semua aspek keadaan dan dapat mengumpulkan aneka ragam data sekaligus
3.      Tiap situasi merupakan keseluruhan. Tidak ada satu instrumen berupa test atau angket yang dapat menangkap keseluruhan situasi, kecuali manusia
4.      Suatu situasi yang melibatkan interaksi manusia, tidak dapat dipahami dengan pengetahuan semata. Untuk memahaminya kitaperlu sering merasakannya, menyelaminya berdasarkan pengetahuan kita
5.      Peneliti sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh. Ia dapat menafsirkannya, melahirkan hipotesis dengan segera untuk menentukan arah pengamatan, untuk mentest hipotesis yang muncul seketika
6.      Hanya manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan pada suatu saat dan menggunakan segera sebagai balikan untuk memperoleh penegasan, perubahan, dan perbaikan
7.      Dalam penelitian dengan menggunakan test atau angket yang bersifat kuantitatif yang diutamakan adalah respon yang dapat dikuantifikasi agar dapat diolah secara statistik, sedangkan yang menyimpang dari itu tidak di hiraukan. Dengan manusia instrumen, respon yang aneh, yang menyimpang justru diberi perhatian. Respon yang lain dari dari pada yang lain, bahkan yang bertentangan dipakai untuk mempertinggi tingkat kepercayaan dan tingkat pemahaman mengenai aspek yang di teliti
                         B. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian dalam mendapat data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapat data yang memenuhi standar data yang ditentukan.
Bermacam macam teknik pengumpulan data terdapat empat macam teknik pengumpulan data yaitu ; observasi, wawancara, dokumentasi, triangulasi/ gabungan.
1.      Pengumpulan data dengan observasi
a.       Macam macam observasi
1.      Observasi partisipan
Dalam observasi ini peneliti terlibat langsung dalam kegiatan sehari hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber pengamatan. Sambil melakukan pengamatan peneliti juga ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi ini data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui sampai pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak.
Observasi ini dibagi menjadi 4 yaitu observasi yang pasif, observasi yang moderat, observasi yang aktif, observasi yang lengkap.
2.      Observasi terus terang atau tersamar
Dalam hal ini peneliti dalam pengumpulan data menyatakan terus terang pada pada sumber data bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal hingga akhir aktivitas peneliti. Tetapi dalam suatu saat peneliti juga tidak harus terus terang dalam observasi, hal ini menghindari kalau suatu data yang dicari masih dirahasiakan.
3.      Observasi tak berstruktur
Observasi yang tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tahu secara pasti tentang apa yang akan diamati. Dalam observasi peneliti tidak menggunakan instrumen yang telah baku, tetapi hanya berupa rambu rambu pengamatan.
b.      Manfaat observasi
1.      Dengan observasi di lapangan peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, jadi akan diperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh.
2.      Peneliti dapat mengetahui hal hal yang di luar persepsi responden.
3.      Peneliti dapat mengamati hal hal yang kurang atau tidak diamati orang lain.
c.       Obyek observasi
Obyek penelitian dalam penelitian kualitatif yang diobservasi menurut Spradly dinamakan situasi sosial yang terdiri atas tiga komponen;
1.      Place, tempat di mana interaksi dalam situasi sosial sedang berlangsung.
2.      Actor, pelaku yang sedang melakukan peran.
3.      Activity, kegiatan yang dilakukan oleh aktor dalam situasi sosial yang sedang berlangsung.
Tiga elemen tersebut dapat diperluas sehingga apa yang kita amati adalah;
1.      Space, ruang dalam aspek fisiknya
2.      Actor, orang yang terlibat dalam situasi sosial
3.      Activity, seperangkat kegiatan yang dilakukan orang
4.      Object, benda yang terdapat di tempat itu
5.      Act, perbuatan atau tindakan tertentu
6.      Event, rangkaian aktivitas yang dikerjakan orang orang
7.      Time, urutan kegiatan
8.      Goal. Tujuan yang ingin dicapai orang orang
9.      Feeling, emosi yang dirasakan dan diekspresikan orang orang.

d.      Tahapan observasi
1.      Observasi deskriptif
Observasi deskriptif dilakukan peneliti saat memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek penelitian. Pada tahap ini peneliti belum membawa masalah yang akan diteliti, maka peneliti melakukan penjelajahan umum, dan menyeluruh melakukan deskripsi terhadap semua yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Semua data direkam, oleh karena itu observasi ini di simpulkan dalam keadaan belum tertata. Observasi ini sering disebut grand tour observation, dan peneliti menghasilkan kesimpulan pertama. Bila dilihat dari segi analisis maka peneliti melakukan analisis domain, sehingga mampu mendeskripsikan terhadap se3mua yang ditemui.
2.      Observasi terfokus
Pada observasi ini peneliti sudah melakukan mini tour observation, yaitu suatu objek yang telah dipersempit untuk difokuskan dalam aspek tertentu. Observasi ini juga disebut observasi terfokus, karena dalam observasi ini peneliti melakukan analisis taksonomi sehingga dapat menentukan fokus.
3.      Observasi terseleksi
Pada tahap observasi ini peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan sehingga datanya lebih rinci. Deagn melakukan analisis komponensial terhadap fokus, maka pada tahap ini peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan, dan persamaan antar kategori, serta menemukan hubungan dari antar kategori.
2.      Pengumpulan data dengan wawancara/interview
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan permasalahan  yang harus diteliti8, tetapi juga apabila peneliti juga ingin mengetahui hal hal dari responden yang lebih mendalam. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi.
a.       Macam macam wawancara
1.      Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur digunhkan sebagai teknik pengumpulan data, biloa peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi yang akan diperoleh.
Dalam melakukan wawancara peneliti harus menggunakan instrumen sebagai pedoman untuk wawancara, selain itu peneliti juga harus membawa alat bantu seperti tape recorder, gambar brosur, dan materialo lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lebih lancar.
2.      Wawancara semiterstruktur
Jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in depth interview, di mana dalam pelaksanaannya lebih bebas dari pada wawancara terstruktur. Tujuannya adalah untuk menemukan permasalahan yang lebih terbuka, di mana pihak yang diwawancara diminta pendapat, dan ide idenya.
3.      Wawancara tak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak perlu menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berapa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
            Wawancara tidak terstruktur atau terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau malahan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subjek yang diteliti.
            Dalam wawancara tidak terstruktur peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengar apa yang diungkapkan responden.
Wawancara baik yang dilakukan secara tatap muka maupun menggunakan pesawat telepon,akan selalu terjadi kontak pribadi, sehingga pewawancara harus pandan memahami situasi dan kondisi serta memilih waktu yang tepat saat wawancara.
Informasi yang diperoleh dari wawancara sering kali bias atau menyimpang dari yang seharusnya. Sehingga dikatakan data yang diperoleh tidak akurat.
b.      Langkah langkah wawancara
1.      Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan
2.      Menyiapkan pokok masalah yang akan bahan pembicaraan
3.      Mengawali atau membuka alur pembicaraan
4.      Melangsungkan alur wawancara
5.      Mengkonfirmasi ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
6.      Menuliskan hasil wawancara ke dalam catatan lapangan
7.      Mengidentifikasi tindak lanjut wawancara
c.       Jenis jenis pertanyaan dalam wawancara
1.      Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman
2.      Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
3.      Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan
4.      Pertanyaan tentang pengetahuan
d.      Alat alat wawancara
1.      Buku catatan
2.      Tape recorder
3.      Camera
e.       Mencatat hasil wawancara
Wawancara segera harus dicatat setelah selesai melakukan agar tidak lupa bahkan hilang. Karena wawancara dilakukan secara terbuka dan tidak berstruktur, maka peneliti perlu membuat rangkuman yang lebih sistematis ter5hadap wawancara.
3.      Teknik pengumpulan data dengan dokumen
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Tetapi perlu dicermati bahwa tidak semua dokumen memiliki kredibi9litas yang tinggi.
4.      Triangulasi
Triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti yang mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber pengumpulan data.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Analisis Of Variansi



1.1.        Pengertian Anova
Anava atau Anova adalah sinonim dari analisis varians terjemahan dari analysis of variance, sehingga banyak orang menyebutnya dengan anova. Anova merupakan bagian dari metoda analisis statistika yang tergolong analisis komparatif lebih dari dua rata-rata (Riduwan.2008.Dasar-dasar Statistika.Bandung:Alfabeta).
Analisis Varians (ANAVA) adalah teknik analisis statistik yang dikembangkan dan diperkenalkan pertama kali oleh Sir R. A Fisher (Kennedy & Bush, 1985). ANAVA dapat juga dipahami sebagai perluasan dari uji-t sehingga penggunaannya tidak terbatas pada pengujian perbedaan dua buah rata-rata populasi, namun dapat juga untuk menguji perbedaan tiga buah rata-rata populasi atau lebih sekaligus.
Jika kita menguji hipotesis nol bahwa rata-rata dua buah kelompok tidak berbeda, teknik ANAVA dan uji-t (uji dua pihak) akan menghasilkan kesimpulan yang sama; keduanya akan menolak atau menerima hipotesis nol. Dalam hal ini, statistik F pada derajat kebebasan 1 dan n-k akan sama dengan kuadrat dari statistik t.
ANAVA digunakan untuk menguji perbedaan antara sejumlah rata-rata populasi dengan cara membandingkan variansinya. Pembilang pada rumus variansi tidak lain adalah jumlah kuadrat skor simpangan dari rata-ratanya, yang secara sederhana dapat ditulis sebagai . Istilah jumlah kuadrat skor simpangan sering disebut jumlah kuadrat (sum of squares). Jika jumlah kuadrat tersebut dibagi dengan n atau n-1 maka akan diperoleh rata-rata kuadrat yang tidak lain dari variansi suatu distribusi. Rumus untuk menentukan varians sampel yaitu,
Seandainya kita mempunyai suatu populasi yang memiliki variansi  dan rata-rata . Dari populasi tersebut misalkan diambil tiga buah sampel secara independent, masing-masing dengan n1, n2, dan n3. Dari setiap sampel tersebut dapat ditentukan rata-rata dan variansinya, sehingga akan diperoleh tiga buah rata-rata dan variansi sampel yang masing-masing merupakan statistik (penaksir) yang tidak bias bagi parameternya. Dikatakan demikian karena, dalam jumlah sampel yang tak hingga, rata-rata dari rata-rata sampel akan sama dengan rata-rata populasi  dan rata-rata dari variansi sampel juga akan sama dengan variansi populasi .
Ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1.      Kita memiliki 3 buah variansi sampel  yang masing-masing merupakan penaksir yang tidak bias bagi variansi populasinya. Jika n1=n2=n3=.....=nk, maka seluruh variansi sampel tersebut dapat dijumlahkan dan kemudian dibagi dengan banyaknya sampel (k) sehingga akan diperoleh rata-rata variansi sampel yang dalam jangka panjang akan sama dengan variansi populasi. Dalam bahasa ANAVA, rata-rata variansi sampel ini dikenal dengan rata-rata jumlah kuadrat dalam kelompok (RJKD) atau mean of squares within groups (MSw).
2.      Kita memiliki 3 buah rata-rata sampel yang dapat digunakan untuk menentukan rata-rata dari rata-rata sampel. Simpangan baku distribusi rata-rata sampel  atau galat baku rata-rata adalah simpangan baku distribusi skor dibagi dengan akar pangkat dua dari besarnya sampel.
Sejalan dengan itu, variansi distribusi rata-rata sampel  dapat ditulis sebagai berikut.
Dengan demikian, sebagai penaksir yang tidak bias bagi variansi populasi akan ekuivalen dengan variansi distribusi rata-rata dikalikan dengan besarnya sampel (n) yang secara aljabar dapat ditulis sebagai berikut.
Dalam konteks ANAVA,  dikenal dengan sebutan rata-rata jumlah kuadrat antar kelompok (RJKA) atau mean of squares between groups (MSB).
Jika seluruh sampel diambil secara acak dari populasi yang sama, maka
MSB=MSW atau RJKA = RJKD,
Sehingga,
F=MSB/ MSW =
ANAVA digunakan untuk menguji hipotesis nol tentang perbedaan dua buah rata-rata atau lebih. Secara formal, hipotesis tersebut dapat ditulis sebagai berikut.
 
 
Hipotesis nol di atas  mengatakan bahwa rata-rata populasi pertama sama dengan rata-rata populasi ke dua dan seterusnya yang berarti bahwa seluruh sampel diambil dari populasi yang sama. Jika demikian maka, rata-ratanya akan mirip satu sama lain. Dalam menguji hipotesis nol tersebut, ANAVA meakukan perbandingan antara variansi antar kelompok (MSB) dengan variansi dalam kelompok (MSW). Jika ternyata kedua variansi itu sama (F=1) maka berarti seluruh sampel yang dianalisis berasal dari populasi yang sama, dan kita tidak memiliki dasar untuk menolak hipotesis nol. Namun, jika ada salah satu nilai rata-rata yang jauh berbeda dengan nilai rata-rata lainnya maka berarti sampel tersebut berasal dari populasi yang berbeda.
Seluruh subjek yang berada dalam satu kelompok memiliki karakteristik yang sama pada peubah bebas yang tengah dikaji. Dalam bahasa eksperimen, mereka seluruhnya menerima perlakuan yang sama, sehingga keragaman mereka pada peubah terikat dipandanga sebagai keragaman galat dan tidak berkaitan dengan perbedaan jenis perlakuan atau peubah bebas.
Perbedaan rata-rata antar kelompok terdiri atas dua unsur yaitu keragaman galat dan keragaman yang berkaitan perbedaan pada peubah bebas. Oleh karena keragaman di dalam kelompok (MSW) merupakan penaksir yang tidak bias atas variansi populasi dan keragaman antara kelompok (MSB) terdiri atas MSW dan keragaman yang berkaitan dengan perlakuan, maka hubungan antara keduanya dapat dituliskan sebagai berikut:
Dengan demikian, F dapat juga dituliskan:
Jika dampak perlakuan sama dengan nol, maka

Persoalan kita sekarang adalah bagaimana membedakan pengaruh yang sistematik dari pengaruh yang tidak sistematik (acak). ANAVA dan statistika inferensial pada umumnya mendekati persoalan ini dengan menggunakan teori peluang. Statistika inferensial bertugas untuk menjawab suatu pertanyaan yang dapat dirumuskan sebagai berikut: :” jika hipotesis nol ternyata benar berapakah peluang memperoleh harga statistik tertentu?” Misalkan dalam ANAVA, kita memperoleh F=3,96. Pertanyaan yang harus dijawab adalah “berapa besar peluang memperoleh F=3,96 jika ternyata hipotesis nol itu benar?” Paket analisis statistik pada komputer umumnya memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut secara langsung dalam bentuk p= 0,25, 0,01, 0,001 dan sebagainya. namun jika dilakukan secara manual maka harga Fhitung harus dibandingkan dengan nilai kritis yang sudah disediakan dalam bentuk Ftabel pada derajat kebebasan dan tingkat keyakinan. Nilai p yang lebih kecil dari nilai yang ditentukan menunjukkan penolakkan terhadap H0. Kesimpulan yang sama diperoleh jika ternyata Fhitung > Ftabel. Menolak hipotesis nol berarti menyimpulkan bahwa perbedaan antara MSB dengan MSW berkaitan dengan pengaruh yang sistematik dari faktor atau peubah bebas yang diteliti. (Furqon. 2009. Statistika Terapan untuk Penelitian. Cetakan ketujuh. ALFABETA: Bandung).



1.2.       Anova Satu Arah
Dinamakan analisis varians satu arah, karena analisisnya menggunakan varians dan data hasil pengamatan merupakan pengaruh satu faktor.Dari tiap populasi secara independen kita ambil sebuah sampel acak, berukuran n1 dari populasi kesatu, n2 dari populasi kedua dan seterusnya berukuran nk dari populasi ke k. Data sampel akan dinyatakan dengan Yij yang berarti data ke-j dalam sampel yang diambil dari populasi ke-i. ( Sudjana.1996.Metoda Statistika.Bandung:Tarsito Bandung).
ANAVA satu jalur yaitu analisis yang melibatkan hanya satu peubah bebas. Secara rinci, ANAVA satu jalur digunakan dalam suatu penelitian yang memiliki ciri-ciri berikut:1. Melibatkan hanya satu peubah bebas dengan dua kategori atau lebih yang dipilih dan ditentukan oleh peneliti secara tidak acak. Kategori yang dipilih disebut tidak acak karena peneliti tidak bermaksud menggeneralisasikan hasilnya ke kategori lain di luar yang diteliti pada peubah itu. Sebagai contoh, peubah jenis kelamin hanya terdiri atas dua ketgori (pria-wanita), atau peneliti hendak membandingkan keberhasilan antara Metode A, B, dan C dalam meningkatkan semangat belajar tanpa bermaksud menggeneralisasikan ke metode lain di luar ketiga metode tersebut.

1.             Perbedaan antara kategori atau tingkatan pada peubah bebas dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif.
2.             Setiap subjek merupakan anggota dari hanya satu kelompok pada peubah bebas, dan dipilih secara acak dari populasi tertentu. (Furqon. 2009. Statistika Terapan untuk Penelitian. Cetakan ketujuh. ALFABETA: Bandung)

Tujuan dari uji anova satu jalur adalah untuk membandingkan lebih dari dua rata-rata. Sedangkan gunanya untuk menguji kemampuan generalisasi. Maksudnya dari signifikansi hasil penelitian. Jika terbukti berbeda berarti kedua sampel tersebut dapat digeneralisasikan (data sampel dianggap dapat mewakili populasi). Anova satu jalur dapat melihat perbandingan lebih dari dua kelompok data. (Riduwan.2008.Dasar-dasar Statistika.Bandung:Alfabeta)
Anova pengembangan atau penjabaran lebih lanjut dari uji-t ( ) .Uji-t atau uji-z hanya dapat melihat perbandingan dua kelompok data saja. Sedangkan anova satu jalur lebih dari dua kelompok data. Contoh: Perbedaan prestasi belajar statistika antara mahasiswa tugas belajar (), izin belajar () dan umum ().
Anova lebih dikenal dengan uji-F (Fisher Test), sedangkan arti variasi atau varian itu asalnya dari pengertian konsep “Mean Square” atau kuadrat rerata (KR).
Rumusnya :
 =
Dimana:  = jumlah kuadrat (some of square)
                    = derajat bebas (degree of freedom)
Menghitung nilai Anova atau F ( ) dengan rumus :
=  = =  =
Varian dalam group dapat juga disebut Varian Kesalahan (Varian Galat). Dapat
dirumuskan :
 = ∑  untuk =
 untuk

Dimana
   = sebagai faktor koreksi
N         = Jumlah keseluruhan sampel (jumlah kasus dalam penelitian).
A         = Jumlah keseluruhan group sampel.

2.             Langkah-langkah Anova Satu Arah
2.1.       Prosedur Uji Anova Satu Arah
1)    Sebelum anova dihitung, asumsikan bahwa data dipilih secara 
     random,berdistribusi normal, dan variannya homogen.
2)    Buatlah hipotesis ( dan ) dalam bentuk kalimat.
3)    Buatlah hipotesis ( dan )dalam bentuk statistik.
4)    Buatlah daftar statistik induk.
5)    Hitunglah jumlah kuadrat antar group () dengan rumus :
 = ∑
6)      Hitunglah derajat bebas antar group dengan rumus : =
7)      Hitunglah kudrat rerata antar group () dengan rumus :  =
8)      Hitunglah jumlah kuadrat dalam antar group () dengan rumus :
 
           
9)      Hitunglah derajat bebas dalam group dengan rumus :
10)  Hitunglah kuadrat rerata dalam antar group () dengan rumus :  =
11)  Carilah  dengan rumus :
12)  Tentukan taraf signifikansinya, misalnya α = 0,05 atau α = 0,01
13)  Cari  dengan rumus :  
14)  Buat Tabel Ringkasan Anova

                           TABEL RINGKASSAN ANOVA SATU ARAH
Sumber
Varian (SV)
Jumlah Kuadrat
(JK)
Derajat
bebas (db)
Kuadrat
Rerata
(KR)
Taraf
Signifikan
()
Antar group
(A)
Dalam group
(D)
 
-
-
Total
-
-
-

15)  Tentukan kriteria pengujian : jika   , maka tolak  berarti signifan dan konsultasikan antara  dengan  kemudian bandingkan
16)  Buat kesimpulan.

2.2.       Contoh Soal dan Pembahasan
  1. Seorang ingin mengetahui perbedaan prestasi belajar untuk mata kuliah dasar-dasar statistika antara mahassiswa tugas belajar, izin belajarn dan umum.
Data diambil dari nilai UTS sebagai berikut :
Tugas belajar ()       = 6 8 5 7 7 6 6 8 7 6 7             = 11 orang
Izin belajar ()           = 5 6 6 7 5 5 5 6 5 6 8 7          = 12 orang
Umum ()                 = 6 9 8 7 8 9 6 6 9 8 6 8          = 12 orang
Buktikan apakah ada perbedaan atau tidak?

LANGKAH-LANGKAH MENJAWAB :
1.      Diasumsikan bahwa data dipilih secara random, berdistribusi normal, dan variannya homogen.
2.      Hipotesis ( dan ) dalam bentuk kalimat.
 = Terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa tugas belajar, izin belajar dan umum.
 = Tidak ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa tugas belajar, izin belajar dan umum.
3.      Hipotesis ( dan ) dalam bentuk statistic
 :   =               :   =
STATISTIK



TOTAL(T)
11
12
12
N=35
73
71
90
234
943
431
692
1616
6,64
5,92
7,5
6,69
484,45
420,08
675
1564,46
Varians (
0,85
0,99
1,55
1,33
4.      Menghitung jumlah kuadrat antar group () dengan rumus :
 = ∑
+)
5.      Hitunglah derajat bebas antar group dengan rumus :
= A1 = 3 – 1 = 2          A = jumlah group A
6.      Hitunglah kudrat rerata antar group () dengan rumus :
  =
7.      Hitunglah jumlah kuadrat dalam antar group () dengan rumus :
+
 
8.      Hitunglah derajat bebas dalam group dengan rumus :
 
9.      Hitunglah kuadrat rerata dalam antar group () dengan rumus :
 =
10.  Carilah  dengan rumus :
 
11.  Tentukan taraf signifikansinya, misalnya α = 0,05
12.  Cari  dengan rumus :
  
 
 
 
Cara mencari : Nilai  dan arti angka  
0,95                 = Taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikan 5%.
Angka 2          = pembilang atau hasil dari
Angka 32        = penyebut atau hasil dari
Apabila angka 2 dicari ke kanan dan angka 32 ke bawah maka akan bertemu
dengan nilai  . Untuk taraf signifikansi 5% dipilih pada bagian atas dan 1% dipilih pada bagian bawah.
13.  Buat Tabel Ringkasan Anova









TABEL
RINGKASSAN ANOVA SATU JALUR
Sumber
Varian (SV)
Jumlah Kuadrat
(JK)
Derajat
bebas (db)
Kuadrat
Rerata
(KR)
Taraf
Signifikan
()

Antar group
(A)
15,07
 
Dalam group
(D)

 
-
-
Total


-
-
-

14.  Tentukan kriteria pengujian : jika    , maka tolak  berarti signifan.
Setelah konsultasikan dengan tabel F kemudian bandingkan antara  dengan  ,ternyata :  > atau 6,61 > 3,30 maka tolak  berarti signifan.

15.  Kesimpulan
 ditolak dan  diterima. Jadi, terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa tugas belajar, izin belajar dan umum.

Contoh 2
Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan metode belajar pada tingkat prestasi siswa. Ada tiga metode belajar yang akan diuji. Diambil sampel masing-masing 5 guru untuk mengerjakan pekerjaannya, lalu dicata waktu yang digunakan (menit) sebagai berikut:
Metode 1 (menit)
Metode 2 (menit)
Metode 3 (menit)
21
17
31
27
25
28
29
20
22
23
15
30
25
23
24
Ujilah dengan α = 0,05 apakah ada pengaruh perbedaan metode belajar pada waktu yang digunakan?
Penyelesaian :
Metode 1 (menit)
Metode 2 (menit)
Metode 3 (menit)
21
17
31
27
25
28
29
20
22
23
15
30
25
23
24
T1 = 125
T2 = 100
T3 = 135


Dari tabel di atas bisa dihitung
Total keseluruhan nilai = 360
JKK =
JKT =
JKS = 298 – 130 = 168



Tabel ANOVA
Sumber
Derajat
Jumlah
Varian
Fhitung
Ftabel
Keragaman
Bebas
Kuadrat
(Ragam)


AntarKolom
2
130
F(2, 12) = 3,89
Sisaan
12
168


14
298



Pengujian Hipotesis
 : Tidak semuanya sama
Statistik Uji = Fhitung = 4,64
Karena Fhitung > Ftabel maka tolak Ho
Kesimpulan: Ada pengaruh perbedaan metode kerja pada waktu yang digunakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS