1.1.
Pengertian Anova
Anava
atau Anova adalah sinonim dari analisis varians terjemahan dari analysis of variance, sehingga banyak
orang menyebutnya dengan anova. Anova merupakan bagian dari metoda analisis
statistika yang tergolong analisis komparatif lebih dari dua rata-rata (Riduwan.2008.Dasar-dasar Statistika.Bandung:Alfabeta).
Analisis
Varians (ANAVA) adalah teknik analisis statistik yang dikembangkan dan
diperkenalkan pertama kali oleh Sir R. A Fisher (Kennedy & Bush, 1985).
ANAVA dapat juga dipahami sebagai perluasan dari uji-t sehingga penggunaannya
tidak terbatas pada pengujian perbedaan dua buah rata-rata populasi, namun
dapat juga untuk menguji perbedaan tiga buah rata-rata populasi atau lebih
sekaligus.
Jika
kita menguji hipotesis nol bahwa rata-rata dua buah kelompok tidak berbeda,
teknik ANAVA dan uji-t (uji dua pihak) akan menghasilkan kesimpulan yang sama;
keduanya akan menolak atau menerima hipotesis nol. Dalam hal ini, statistik F
pada derajat kebebasan 1 dan n-k akan sama dengan kuadrat dari statistik t.
ANAVA
digunakan untuk menguji perbedaan antara sejumlah rata-rata populasi dengan
cara membandingkan variansinya. Pembilang pada rumus variansi tidak lain adalah
jumlah kuadrat skor simpangan dari rata-ratanya, yang secara sederhana dapat
ditulis sebagai
.
Istilah jumlah kuadrat skor simpangan sering disebut jumlah kuadrat (sum of
squares). Jika jumlah kuadrat tersebut dibagi dengan n atau n-1 maka akan
diperoleh rata-rata kuadrat yang tidak lain dari variansi suatu distribusi.
Rumus untuk menentukan varians sampel yaitu,
Seandainya
kita mempunyai suatu populasi yang memiliki variansi
dan rata-rata
. Dari populasi tersebut misalkan
diambil tiga buah sampel secara independent, masing-masing dengan n1, n2, dan
n3. Dari setiap sampel tersebut dapat ditentukan rata-rata dan variansinya,
sehingga akan diperoleh tiga buah rata-rata dan variansi sampel yang
masing-masing merupakan statistik (penaksir) yang tidak bias bagi parameternya.
Dikatakan demikian karena, dalam jumlah sampel yang tak hingga, rata-rata dari
rata-rata sampel akan sama dengan rata-rata populasi
dan rata-rata dari variansi sampel juga akan
sama dengan variansi populasi
.
Ada
dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
1.
Kita memiliki 3 buah
variansi sampel
yang masing-masing merupakan penaksir yang
tidak bias bagi variansi populasinya. Jika n1=n2=n3=.....=nk, maka seluruh
variansi sampel tersebut dapat dijumlahkan dan kemudian dibagi dengan banyaknya
sampel (k) sehingga akan diperoleh rata-rata variansi sampel yang dalam jangka
panjang akan sama dengan variansi populasi. Dalam bahasa ANAVA, rata-rata variansi
sampel ini dikenal dengan rata-rata jumlah kuadrat dalam kelompok (RJKD) atau
mean of squares within groups (MSw).
2.
Kita memiliki 3 buah
rata-rata sampel yang dapat digunakan untuk menentukan rata-rata dari rata-rata
sampel. Simpangan baku distribusi rata-rata sampel
atau galat baku rata-rata adalah simpangan
baku distribusi skor dibagi dengan akar pangkat dua dari besarnya sampel.
Sejalan
dengan itu, variansi distribusi rata-rata sampel
dapat ditulis sebagai berikut.
Dengan
demikian,
sebagai
penaksir yang tidak bias bagi variansi populasi akan ekuivalen dengan variansi
distribusi rata-rata dikalikan dengan besarnya sampel (n) yang secara aljabar
dapat ditulis sebagai berikut.
Dalam
konteks ANAVA,
dikenal dengan sebutan rata-rata jumlah
kuadrat antar kelompok (RJKA) atau mean of squares between groups (MSB).
Jika seluruh
sampel diambil secara acak dari populasi yang sama, maka
MSB=MSW
atau RJKA = RJKD,
Sehingga,
F=MSB/
MSW = 
ANAVA
digunakan untuk menguji hipotesis nol tentang perbedaan dua buah rata-rata atau
lebih. Secara formal, hipotesis tersebut dapat ditulis sebagai berikut.
Hipotesis
nol di atas mengatakan bahwa rata-rata
populasi pertama sama dengan rata-rata populasi ke dua dan seterusnya yang
berarti bahwa seluruh sampel diambil dari populasi yang sama. Jika demikian
maka, rata-ratanya akan mirip satu sama lain. Dalam menguji hipotesis nol
tersebut, ANAVA meakukan perbandingan antara variansi antar kelompok (MSB)
dengan variansi dalam kelompok (MSW). Jika ternyata kedua variansi
itu sama (F=1) maka berarti seluruh sampel yang dianalisis berasal dari
populasi yang sama, dan kita tidak memiliki dasar untuk menolak hipotesis nol.
Namun, jika ada salah satu nilai rata-rata yang jauh berbeda dengan nilai
rata-rata lainnya maka berarti sampel tersebut berasal dari populasi yang
berbeda.
Seluruh
subjek yang berada dalam satu kelompok memiliki karakteristik yang sama pada
peubah bebas yang tengah dikaji. Dalam bahasa eksperimen, mereka seluruhnya
menerima perlakuan yang sama, sehingga keragaman mereka pada peubah terikat
dipandanga sebagai keragaman galat dan tidak berkaitan dengan perbedaan jenis
perlakuan atau peubah bebas.
Perbedaan
rata-rata antar kelompok terdiri atas dua unsur yaitu keragaman galat dan
keragaman yang berkaitan perbedaan pada peubah bebas. Oleh karena keragaman di
dalam kelompok (MSW) merupakan penaksir yang tidak bias atas
variansi populasi dan keragaman antara kelompok (MSB) terdiri atas
MSW dan keragaman yang berkaitan dengan perlakuan, maka hubungan
antara keduanya dapat dituliskan sebagai berikut:
Dengan demikian,
F dapat juga dituliskan:
Jika dampak
perlakuan sama dengan nol, maka
Persoalan
kita sekarang adalah bagaimana membedakan pengaruh yang sistematik dari
pengaruh yang tidak sistematik (acak). ANAVA dan statistika inferensial pada
umumnya mendekati persoalan ini dengan menggunakan teori peluang. Statistika
inferensial bertugas untuk menjawab suatu pertanyaan yang dapat dirumuskan
sebagai berikut: :” jika hipotesis nol ternyata benar berapakah peluang
memperoleh harga statistik tertentu?” Misalkan dalam ANAVA, kita memperoleh
F=3,96. Pertanyaan yang harus dijawab adalah “berapa besar peluang memperoleh
F=3,96 jika ternyata hipotesis nol itu benar?” Paket analisis statistik pada
komputer umumnya memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut secara
langsung dalam bentuk p= 0,25, 0,01, 0,001 dan sebagainya. namun jika dilakukan
secara manual maka harga Fhitung harus dibandingkan dengan nilai
kritis yang sudah disediakan dalam bentuk Ftabel pada derajat
kebebasan dan tingkat keyakinan. Nilai p yang lebih kecil dari nilai yang
ditentukan menunjukkan penolakkan terhadap H0. Kesimpulan yang sama
diperoleh jika ternyata Fhitung > Ftabel. Menolak
hipotesis nol berarti menyimpulkan bahwa perbedaan antara MSB dengan
MSW berkaitan dengan pengaruh yang sistematik dari faktor atau
peubah bebas yang diteliti. (Furqon.
2009. Statistika Terapan untuk Penelitian.
Cetakan ketujuh. ALFABETA: Bandung).
1.2.
Anova Satu Arah
Dinamakan analisis varians satu arah,
karena analisisnya menggunakan varians dan data hasil pengamatan merupakan
pengaruh satu faktor.Dari tiap populasi secara independen kita ambil sebuah
sampel acak, berukuran n1 dari populasi kesatu, n2 dari
populasi kedua dan seterusnya berukuran nk dari populasi ke k. Data
sampel akan dinyatakan dengan Yij yang berarti data ke-j dalam
sampel yang diambil dari populasi ke-i. ( Sudjana.1996.Metoda Statistika.Bandung:Tarsito Bandung).
ANAVA satu jalur yaitu analisis yang
melibatkan hanya satu peubah bebas. Secara rinci, ANAVA satu jalur digunakan
dalam suatu penelitian yang memiliki ciri-ciri berikut:1. Melibatkan hanya satu
peubah bebas dengan dua kategori atau lebih yang dipilih dan ditentukan oleh
peneliti secara tidak acak. Kategori yang dipilih disebut tidak acak karena
peneliti tidak bermaksud menggeneralisasikan hasilnya ke kategori lain di luar
yang diteliti pada peubah itu. Sebagai contoh, peubah jenis kelamin hanya
terdiri atas dua ketgori (pria-wanita), atau peneliti hendak membandingkan
keberhasilan antara Metode A, B, dan C dalam meningkatkan semangat belajar
tanpa bermaksud menggeneralisasikan ke metode lain di luar ketiga metode
tersebut.
1.
Perbedaan antara
kategori atau tingkatan pada peubah bebas dapat bersifat kualitatif atau
kuantitatif.
2.
Setiap subjek merupakan
anggota dari hanya satu kelompok pada peubah bebas, dan dipilih secara acak
dari populasi tertentu. (Furqon. 2009. Statistika Terapan untuk Penelitian.
Cetakan ketujuh. ALFABETA: Bandung)
Tujuan dari uji anova satu jalur adalah
untuk membandingkan lebih dari dua rata-rata. Sedangkan gunanya untuk menguji
kemampuan generalisasi. Maksudnya dari signifikansi hasil penelitian. Jika
terbukti berbeda berarti kedua sampel tersebut dapat digeneralisasikan (data
sampel dianggap dapat mewakili populasi). Anova satu jalur dapat melihat
perbandingan lebih dari dua kelompok data. (Riduwan.2008.Dasar-dasar Statistika.Bandung:Alfabeta)
Anova
pengembangan atau penjabaran lebih lanjut dari uji-t (
) .Uji-t
atau uji-z hanya dapat melihat perbandingan dua kelompok data saja. Sedangkan
anova satu jalur lebih dari dua kelompok data. Contoh: Perbedaan prestasi
belajar statistika antara mahasiswa tugas belajar (
),
izin belajar (
)
dan umum (
).
Anova
lebih dikenal dengan uji-F (Fisher Test), sedangkan arti variasi atau varian
itu asalnya dari pengertian konsep “Mean Square” atau kuadrat rerata
(KR).
Rumusnya :
Dimana:
= jumlah kuadrat (some of square)
Menghitung nilai Anova atau F (
) dengan
rumus :
Varian dalam group dapat juga disebut
Varian Kesalahan (Varian Galat). Dapat
dirumuskan
:
Dimana
N =
Jumlah keseluruhan sampel (jumlah kasus dalam penelitian).
A
= Jumlah keseluruhan group sampel.
2.
Langkah-langkah Anova
Satu Arah
2.1.
Prosedur Uji Anova
Satu Arah
1)
Sebelum anova dihitung,
asumsikan bahwa data dipilih secara
random,berdistribusi
normal, dan variannya homogen.
2)
Buatlah hipotesis (
dan
)
dalam bentuk kalimat.
3)
Buatlah hipotesis (
dan
)dalam
bentuk statistik.
4)
Buatlah daftar
statistik induk.
5)
Hitunglah jumlah
kuadrat antar group (
)
dengan rumus :
6)
Hitunglah derajat bebas
antar group dengan rumus :
=

7)
Hitunglah kudrat rerata
antar group (
)
dengan rumus :
= 
8)
Hitunglah jumlah
kuadrat dalam antar group (
) dengan
rumus :
9)
Hitunglah derajat bebas
dalam group dengan rumus : 
10) Hitunglah
kuadrat rerata dalam antar group (
) dengan
rumus :
= 
11) Carilah
dengan rumus : 
12) Tentukan taraf signifikansinya,
misalnya α = 0,05 atau α = 0,01
13) Cari
dengan rumus :
14) Buat
Tabel Ringkasan Anova
TABEL RINGKASSAN ANOVA SATU ARAH
|
Sumber
Varian
(SV)
|
Jumlah
Kuadrat
(JK)
|
Derajat
bebas
(db)
|
Kuadrat
Rerata
(KR)
|
|
Taraf
Signifikan
(
|
|
Antar
group
(A)
|
∑
|
|
|
|
|
|
Dalam
group
(D)
|
|
|
|
-
|
-
|
|
Total
|
|
|
-
|
-
|
-
|
15) Tentukan
kriteria pengujian : jika
≥
,
maka tolak
berarti
signifan dan konsultasikan antara
dengan
kemudian
bandingkan
16) Buat
kesimpulan.
2.2.
Contoh Soal dan
Pembahasan
- Seorang ingin mengetahui perbedaan prestasi belajar untuk mata kuliah dasar-dasar statistika antara mahassiswa tugas belajar, izin belajarn dan umum.
Data diambil dari nilai UTS sebagai
berikut :
Tugas belajar (
) = 6 8 5 7 7 6 6 8 7 6 7 = 11 orang
Izin belajar (
)
= 5 6 6 7 5 5 5 6 5 6 8 7 = 12 orang
Umum (
)
= 6 9 8 7 8 9 6 6 9 8 6 8 = 12 orang
Buktikan apakah ada perbedaan atau
tidak?
LANGKAH-LANGKAH
MENJAWAB :
1.
Diasumsikan bahwa data
dipilih secara random, berdistribusi normal, dan variannya homogen.
2.
Hipotesis (
dan
)
dalam bentuk kalimat.
3.
Hipotesis (
dan
)
dalam bentuk statistic
|
STATISTIK
|
|
|
|
TOTAL(T)
|
|
|
11
|
12
|
12
|
N=35
|
|
∑
|
73
|
71
|
90
|
234
|
|
∑
|
943
|
431
|
692
|
1616
|
|
|
6,64
|
5,92
|
7,5
|
6,69
|
|
|
484,45
|
420,08
|
675
|
1564,46
|
|
Varians (
|
0,85
|
0,99
|
1,55
|
1,33
|
4. Menghitung
jumlah kuadrat antar group (
)
dengan rumus :
5.
Hitunglah derajat bebas
antar group dengan rumus :
6.
Hitunglah kudrat rerata
antar group (
)
dengan rumus :
7.
Hitunglah jumlah
kuadrat dalam antar group (
) dengan
rumus :
8.
Hitunglah derajat bebas
dalam group dengan rumus :
9.
Hitunglah kuadrat
rerata dalam antar group (
) dengan
rumus :
10. Carilah
dengan rumus :
11. Tentukan taraf signifikansinya, misalnya
α = 0,05
12. Cari
dengan rumus :
Cara mencari : Nilai
dan arti angka
0,95 =
Taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikan 5%.
Angka 2 =
pembilang atau hasil dari 
Angka 32 =
penyebut atau hasil dari 
Apabila angka 2 dicari ke kanan dan
angka 32 ke bawah maka akan bertemu
dengan nilai
. Untuk taraf signifikansi 5% dipilih pada
bagian atas dan 1% dipilih pada bagian bawah.
13. Buat
Tabel Ringkasan Anova
TABEL
RINGKASSAN
ANOVA SATU JALUR
|
Sumber
Varian (SV)
|
Jumlah Kuadrat
(JK)
|
Derajat
bebas (db)
|
Kuadrat
Rerata
(KR)
|
|
Taraf
Signifikan
(
|
|
Antar group
(A)
|
15,07
|
|
|
|
|
|
Dalam group
(D)
|
|
|
|
-
|
-
|
|
Total
|
|
|
-
|
-
|
-
|
14. Tentukan
kriteria pengujian : jika
≥
,
maka tolak
berarti
signifan.
Setelah konsultasikan dengan tabel F
kemudian bandingkan antara
dengan
,ternyata :
>
atau 6,61 > 3,30 maka
tolak
berarti
signifan.
15. Kesimpulan
Contoh 2
Sebuah
penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh perbedaan metode
belajar pada tingkat prestasi siswa. Ada tiga metode belajar yang akan diuji.
Diambil sampel masing-masing 5 guru untuk mengerjakan pekerjaannya, lalu dicata
waktu yang digunakan (menit) sebagai berikut:
|
Metode
1 (menit)
|
Metode
2 (menit)
|
Metode
3 (menit)
|
|
21
|
17
|
31
|
|
27
|
25
|
28
|
|
29
|
20
|
22
|
|
23
|
15
|
30
|
|
25
|
23
|
24
|
Ujilah
dengan α = 0,05 apakah ada pengaruh perbedaan metode belajar pada waktu yang
digunakan?
Penyelesaian :
|
Metode
1 (menit)
|
Metode
2 (menit)
|
Metode
3 (menit)
|
|
21
|
17
|
31
|
|
27
|
25
|
28
|
|
29
|
20
|
22
|
|
23
|
15
|
30
|
|
25
|
23
|
24
|
|
T1
= 125
|
T2
= 100
|
T3
= 135
|
Dari tabel di
atas bisa dihitung
Total
keseluruhan nilai = 360
JKK = 
JKT = 
JKS = 298 – 130 = 168
Tabel ANOVA
|
Sumber
|
Derajat
|
Jumlah
|
Varian
|
Fhitung
|
Ftabel
|
|
Keragaman
|
Bebas
|
Kuadrat
|
(Ragam)
|
|
|
|
AntarKolom
|
2
|
130
|
|
|
F(2, 12) = 3,89
|
|
Sisaan
|
12
|
168
|
|
|
|
|
|
14
|
298
|
|
|
|
Pengujian
Hipotesis
Statistik Uji =
Fhitung = 4,64
Karena Fhitung
> Ftabel maka tolak Ho
Kesimpulan: Ada
pengaruh perbedaan metode kerja pada waktu yang digunakan.






0 komentar:
Posting Komentar